Telaah Jurnal Tugas Perkembangan Keluarga dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Menikah Usia Muda
TELAAH JURNAL
1. JUDUL
ARTIKEL
Tugas Perkembangan Keluarga dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan
Menikah Usia Muda
2. NAMA
PENULIS
Penulis artikel "Tugas Perkembangan Keluarga dan Kepuasan
Pernikahan pada Pasangan Menikah Usia Muda" adalah sebagai berikut:
a.
Fatma Putri
Sekaring Tyas (Program Studi Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak, Sekolah
Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia)
b.
Tin Herawati
(Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut
Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia)
c.
Euis Sunarti
(Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut
Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia)
3.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik
sebelum menikah, karakteristik keluarga, dan tugas perkembangan keluarga
terhadap kepuasan pernikahan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional
dan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah keluarga utuh yang
menikah pada usia dini (usia istri di bawah 19 tahun dan usia suami di bawah 25
tahun) dengan maksimal lima tahun lamanya pernikahan dan anak pertama. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa efek karakteristik keluarga (lama menikah,
pendapatan per kapita, usia istri) memiliki efek langsung positif yang
signifikan terhadap tugas perkembangan keluarga. Tugas perkembangan keluarga
memiliki efek langsung positif yang signifikan terhadap kepuasan pernikahan.
Karakteristik keluarga (lama menikah, pendapatan per kapita, usia istri)
memiliki efek tidak langsung positif yang signifikan terhadap kepuasan
pernikahan
4.
PENELAAH
Kelompok 2 Mahasiswa Progsus S1 Stikes
dr.Soebandi Jember, yaitu :
a. Ani
Sulis Setyowati (23102231)
b. Elok
Faiqoh (23102241)
c. Ita
Fitria (23102250)
d. David Yusuf (23102235)
5.
PEMBAHASAN
I. Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
Penelitian tentang tugas
perkembangan keluarga dan kepuasan pernikahan pada pasangan yang menikah pada
usia muda menjadi penting dalam konteks perkembangan keluarga dan hubungan
pernikahan. Menikah pada usia muda seringkali merupakan peristiwa yang kritis
dalam kehidupan seseorang, di mana individu harus menghadapi berbagai tugas
perkembangan yang unik dalam menjalin hubungan pernikahan dan membangun
keluarga.
Pada usia muda, pasangan
pernikahan dihadapkan pada sejumlah tugas perkembangan yang meliputi
penyesuaian peran sebagai pasangan suami-istri, pembagian tanggung jawab dalam
rumah tangga, pengelolaan keuangan, dan pengambilan keputusan bersama.
Tugas-tugas ini dapat memberikan tekanan dan tantangan bagi pasangan muda yang
belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi dinamika pernikahan.
Selain itu, kepuasan
pernikahan juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan suatu hubungan
pernikahan. Tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi dikaitkan dengan
stabilitas, kebahagiaan, dan kualitas hubungan yang positif antara pasangan.
Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan
pada pasangan yang menikah pada usia muda menjadi penting dalam upaya
meningkatkan kualitas hubungan pernikahan dan kehidupan keluarga.
Dalam konteks ini,
penelitian yang menyelidiki hubungan antara tugas perkembangan keluarga dan
kepuasan pernikahan pada pasangan yang menikah pada usia muda memberikan
kontribusi penting dalam pemahaman kita tentang bagaimana pasangan muda
menghadapi tugas-tugas perkembangan tersebut dan bagaimana hal itu mempengaruhi
kepuasan pernikahan mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada pasangan muda, dapat
dikembangkan intervensi dan pendekatan yang lebih efektif dalam mendukung
perkembangan pernikahan yang sehat dan bahagia.
b. Tujuan
Penelitian
Tujuan dari penelitian
yang dikemukakan dalam jurnal tersebut adalah untuk menyelidiki hubungan antara
tugas perkembangan keluarga dan kepuasan pernikahan pada pasangan yang menikah
pada usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih
dalam tentang bagaimana pasangan muda menghadapi tugas-tugas perkembangan dalam
konteks pernikahan mereka dan sejauh mana tugas-tugas tersebut mempengaruhi
tingkat kepuasan pernikahan.
Lebih khusus lagi, tujuan
penelitian ini adalah:
1) Untuk
menganalisis tugas perkembangan keluarga yang dihadapi oleh pasangan yang
menikah pada usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis
tugas perkembangan yang paling relevan dalam konteks pernikahan pada usia muda
dan mengeksplorasi bagaimana pasangan muda menghadapi dan mengatasi hal
tersebut.
2) Untuk
mengevaluasi tingkat kepuasan pernikahan pada pasangan yang menikah pada usia
muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pernikahan yang
dialami oleh pasangan muda dan memahami faktor-faktor yang berkontribusi
terhadap tingkat kepuasan tersebut.
3) Untuk
mengidentifikasi hubungan antara tugas perkembangan keluarga dan kepuasan
pernikahan pada pasangan yang menikah pada usia muda. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan apakah ada hubungan yang signifikan antara penyelesaian tugas
perkembangan keluarga dengan tingkat kepuasan pernikahan pada pasangan muda.
4) Untuk
memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
kepuasan pernikahan pada pasangan yang menikah pada usia muda. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang dapat mempengaruhi
hubungan antara tugas perkembangan keluarga dan kepuasan pernikahan, seperti
dukungan sosial, kualitas komunikasi, atau persepsi peran dalam pernikahan.
Dengan tujuan penelitian
ini, diharapkan penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi penting dalam
pemahaman kita tentang tugas perkembangan keluarga dan kepuasan pernikahan pada
pasangan yang menikah pada usia muda, serta memberikan dasar bagi pengembangan
intervensi dan program pendukung yang dapat meningkatkan kepuasan pernikahan
pada pasangan muda.
II. Metode
Penelitian
Dalam Artikel “Tugas
Perkembangan Keluarga dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Menikah Usia Muda”,
peneliti menggunakan desain studi cross-sectional dan retrospektif. Desain
cross-sectional berarti peneliti mengumpulkan data pada satu titik waktu,
memberikan gambaran instan tentang variabel yang diteliti. Sementara itu,
desain retrospektif berarti peneliti melihat ke belakang dan memeriksa data
yang sudah ada atau kejadian yang sudah terjadi.
Sampel penelitian ini
adalah keluarga utuh yang menikah pada usia dini. Kriteria usia dini dalam
penelitian ini ditentukan sebagai usia istri di bawah 19 tahun dan usia suami
di bawah 25 tahun pada saat menikah. Selain itu, penelitian ini juga membatasi sampelnya
pada pasangan yang telah menikah selama maksimal lima tahun dan memiliki anak
pertama.
Dengan menggunakan metode
ini, peneliti dapat menganalisis pengaruh karakteristik sebelum menikah,
karakteristik keluarga, dan tugas perkembangan keluarga terhadap kepuasan
pernikahan. Metode ini memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana
variabel-variabel ini berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain dalam
konteks pernikahan usia muda.
III. Hasil
dan Pembahasan
Dalam penelitian ini,
hasil menunjukkan bahwa tugas perkembangan keluarga termasuk dalam kategori
sedang dan kepuasan pernikahan istri rata-ratanya rendah. Ini menunjukkan bahwa
pasangan yang menikah pada usia dini mungkin menghadapi tantangan tertentu dalam
memenuhi tugas perkembangan keluarga, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi
tingkat kepuasan pernikahan mereka.
Selain itu, penelitian
ini menemukan bahwa karakteristik keluarga seperti lama menikah, pendapatan per
kapita, dan usia istri memiliki pengaruh langsung positif yang signifikan
terhadap tugas perkembangan keluarga. Ini menunjukkan bahwa faktor-faktor ini
dapat memainkan peran penting dalam membantu pasangan menavigasi tugas
perkembangan keluarga mereka.
Terakhir, penelitian ini
menemukan bahwa tugas perkembangan keluarga memiliki pengaruh langsung positif
yang signifikan terhadap kepuasan pernikahan. Ini menunjukkan bahwa memenuhi
tugas perkembangan keluarga dapat berkontribusi pada tingkat kepuasan pernikahan
yang lebih tinggi.
IV. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan
pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga seperti lama
menikah, pendapatan per kapita, dan usia istri memiliki pengaruh langsung
positif yang signifikan terhadap tugas perkembangan keluarga. Selain itu, tugas
perkembangan keluarga memiliki pengaruh langsung positif yang signifikan
terhadap kepuasan pernikahan.
Namun, penting untuk
dicatat bahwa penelitian ini memiliki batasan tertentu, seperti penggunaan
desain studi cross-sectional dan retrospektif, serta fokus pada
pasangan yang menikah pada usia dini. Oleh karena itu, hasil penelitian ini
harus ditafsirkan dengan hati-hati dan lebih banyak penelitian diperlukan untuk
memahami lebih lanjut tentang hubungan antara karakteristik keluarga, tugas perkembangan
keluarga, dan kepuasan pernikahan.
V. Daftar
Pustaka
Tyas, F.P.S.,
Puspitawati, H., & Herawati, T. (2023). Tugas Perkembangan Keluarga dan
Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Menikah Usia Muda. Jurnal Ilmu Keluarga &
Konsumen, 6(1), 1-10.
Komentar
Posting Komentar